0

Tujuan Alamat IP dan Hubungannya dengan Nama Domain

Posted by arumalra00 on August 25, 2018 in Uncategorized |

IP Address adalah alamat atau identitas numerik yang diberikan kepada sebuah perangkat komputer agar komputer tersebut dapat berkomunikasi dengan komputer lain. Alamat atau Identitas tersebut berupa nomer yang terdiri dari 4 blok bilangan desimal yang nilainya terbatas dari angka 0 sampai 255. Contohnya seperti gambar yang tampil di samping ini. Saat suatu komputer terhubung ke jaringan melalui Network Interface Card (NIC) dengan menggunakan media kabel Ethernet, maka port ethernet tersebut harus memiliki IP Address. Saat ini terdapat dua versi IP Address yaitu IP Address versi 4 (IPv4) dan IP Addressversi 6 (IPv6), fungsinya sama saja namun bentuknya yang berbeda. IP Address versi 4 dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit (nilainya berkisar antara 0-255). Untuk lebih mempermudah kita buat format sederhana IP Address versi 4 dengan W.X.Y.Z (satu huruf mewakili kisaran nilai 0-255).

Fungsi dan Tujuan Alamat IP Dalam Jaringan Komputer

  1. Sebagai identitas perangkat yang mengakses jaringan

Secara sederhana IP Address berfungsi sebagai identitas perangkat yang mengakses jaringan, sama halnya dengan nomor telepon, didunia ini tidak boleh ada nomor telepon yang sama, kenapa? Karena nomor telepon merepresentasikan atau mewakili perangkat telepon yang digunakan serta orang yang menggunakannya. Misalnya saja nomor telepon teman Anda (sebut saja namanya Mawar) adalah 081234567890 (hanya contoh), saat Anda ingin mengirim pesan singkat (SMS, WhatsApp) atau menelepon Mawar, maka Anda akan menghubungi nomor tersebut, begitupun sebaliknya saat Anda menerima pesan singkat (SMS) atau telepon dari nomor tersebut, maka Anda akan tahu bahwa itu adalah teman Anda (Mawar). Begitupun dengan IP Address, tidak boleh ada IP Address yang sama dalam jaringan yang sama. Catatan: Merujuk pada contoh kasus diatas, nomor telepon seseorang umumnya jarang ganti, kalaupun sering pasti tidak tiap kali menelepon ganti nomor, ya kan? Jika dalam jaringan komputer, ada perangkat (misalnya komputer) yang IP Addressnya tetap (IP Address Statis) dan ada juga IP Address Dinamis, berubah setiap kali kita terhubung ke jaringan, misalnya perangkat kita terhubung ke jaringan nirkabel (wireless) di tempat kerja, kemudian disconnect lalu terhubung kembali, IP Address host pada perangkat kita akan berbeda dengan sebelumnya (sebelum disconnect).

  1. Mengidentifikasi skala jaringan yang digunakan

Penggunaan IP Address tidak sembarangan, bentuk IP Address versi 4 (IPv4) maksimal terdiri dari 12 digit dengan pemisah titik setiap 3 digit (contoh 180.235.148.14) atau hanya 6 digit (contohnya 127.0.0.1), dengan melihat IP Address sebenarnya kita dapat mengetahui seberapa besar jaringan tersebut berdasarkan alokasi IP Address yang tersedia, misalnya dengan melihat IP Address 192.168.1.100, kita akan tahu bahwa jaringan tersebut berskala kecil, hanya maksimal 254 host yang terhubung ke jaringan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan ulasan berikut: IP Address dibagi kedalam 5 kelas, mulai dari kelas A, B, C, D hingga E, namun kelas D dan E tidak digunakan karena bukan alamat unicast. IP Address kelas A memiliki karakteristik sebagai berikut Oktet pertama bernilai 1 – 126. Dan Host ID-nya adalah oktet X.Y.Z. Sehingga jumlah host yang dapat terhubung dalam satu jaringan berjumlah 256x256x256 = 16.777.216 dikurangi 2 host yang tidak digunakan (0.0.0.0 dan 127.0.0.1) = 16.777.214 host (misal komputer atau smartphone). Catatan: 256 merupakan jumlah angka dari 0 sampai 255. IP Address kelas B memiliki karakteristik sebagai berikut Oktet pertama bernilai 128 – 191. Dan Host ID-nya adalah oktet Y.Z. Sehingga jumlah host yang dapat terhubung dalam satu jaringan berjumlah 256×256 = 65.536 dikurangi 2 host = 65.534 host. IP Address kelas C memiliki karakteristik sebagai berikut Oktet pertama bernilai 192 – 223. Dan Host ID-nya adalah oktet Z. Sehingga jumlah host yang dapat terhubung dalam satu jaringan berjumlah 256 dikurangi 2 host = 254 host. Jadi, IP Address 192.168.1.100 pada contoh diatas termasuk kelas C karena oktet awalnya berkisar antara 192 – 223.

  1. Dapat digunakan untuk melacak keberadaan perangkat yang mengakses jaringan

Trik sederhana untuk mengujinya adalah dengan mengetik keyword “where is my ip” pada mesin pencari (misalnya Google), pada hasil pencarian teratas akan muncul IP Address dari perangkat yang kita gunakan (misalnya Saya menggunakan laptop dengan mengakses jaringan wireless yang bersifat public) kemudian copy IP Address tersebut lalu buka situs iplocation.net (situs iplocation.net juga biasanya muncul pada hasil pencarian Google), paste IP Address yang tadi di-copy dari hasil pencarian Google pada kolom yang tersedia kemudian tekan Enter atau klik IP Lookup, hasil pencarian cukup lengkap. Kita dapat mengetahui Negara, Provinsi, hingga Kota asal IP Address tersebut, bahkan kita dapat mengetahui Internet Service Provider (ISP) yang digunakan oleh IP Address tersebut. Beberapa IP Address terdaftar pada suatu organisasi sehingga akn muncul pada hasil pencarian, juga latitude dan longitude. Misalnya Saya yang saat ini memasukkan IP Address 36.72.135.13 di situs iplocation.net, hasil pencarian menunjukkan:

IP Address : 36.72.135.13
Country : Indonesia
Region : West Java
City : Sumedang
ISP : PT Telekomunikasi Indonesia
Organization : PT Telkom Indonesia
Latitude : -6.7063
Longitude : 108.5570

Percobaan selanjutnya kita akan cari tahu informasi mengenai situs dosenit.com, sebelumnya kita harus mengetahui IP Address dari situs dosenit.com, cara yang paling mudah adalah dengan membuka Command Prompt (pada Sistem Operasi Windows) atau Terminal (pada Sistem Operasi Linux) lalu ketik perintah “ping dosenit.com” dan tekan Enter, maka akan muncul IP Address dari situs dosenit.com, copy IP Address tersebut ke situe iplocation.net dan paste pada kolom yang tersedia, klik IP Locate:

IP Address : 180.235.148.14
Country : Indonesia
Region : West Java
City : Sangereng (mungkin alamat server-nya)
ISP : ARDH GLOBAL INDONESIA, PT
Organization : PT. ARDH GLOBAL INDONESIA
Latitude : -6.1781
Longitude : 106.6300

Catatan : Saya menggunakan hasil pencarian “Geolocation data from ipinfo.io (Product: API, real-time)”. Atau bisa juga dengan mengetikan domain “dosenit.com” pada kolom yang tersedia di situs iplocation.net, maka hasil pencarian yang sama dengan diatas akan muncul, jadi pencariannya bisa berdasarkan IP Address atau nama domain, tapi dalam hal ini Saya hanya membahas pencarian lokasi perangkat berdasarkan IP Address.  Bagaimana dengan privasi? Jika siapapun dapat dengan mudah mengetahui lokasi kita berdasarkan IP Address, bukankah itu “melanggar” privasi? Ya, untuk beberapa alasan kita dapat menyembunyikan IP Address Kita agar tidak terlacak oleh orang lain (mungkin hacker atau sejenisnya), banyak perangkat lunak gratis maupun berbayar untuk keperluan tersebut, misalnya perangkat lunak Hide IP.  Bisa juga kita menyamarkan keberadaan kita, misalnya Anda berada di Country Indonesia – Region Jawa Barat – City Sumedang, ketika di lacak (locate) di situs iplocation.net. Hasilnya menunjukkan Anda berada di Kota (City) lain, Provinsi (Region) lain, atau bahkan di Negara (Country) dengan jaringan TOR.

  1. Sebagai jejak pengguna internet

Satu lagi fungsi dari IP Address, poin ini hendaknya jadi perhatian kita untuk berhati-hati dalam melakukan segala perbuatan di dunia maya (internet), beberapa kasus seperti penyebar konten yang bersifat asusila, provokatif, penghinaan dan lain sebagainya dapat dilacak (oleh ahli dibidangnya) melalui salah satunya IP Address.  Hal tersebut juga digunakan oleh beberapa website untuk merekam pengunjung website tersebut, sehingga admin web tersebut dapat mengetahui berapa banyak pengunjung website per-periode tertentu, dan dari negara mana saja (atau dari provinsi/kota mana saja) pengunjung tersebut dominan.

 

Hubungan Alamat IP dengan Nama Domain

Secara sederhana, nama domain dapat diartikan sebagai suatu pilihan manusia yang dimaksudkan untuk mempermudah pengertian kita, misalnya seperti 234.532.80.69. yang disebut sebagai alamat Internet Protocol (IP) yang dipergunakan oleh Webserver untuk saling mengenali diri pada program internet. Hasil ciptaan yang berupa nama domain itulah yang kemudian dapat diingat sebagai pilihan dari alamat-alamat I.P. angka-angka tersebut telah menghasilkan suatu industri baru dalam perdagangan dengan mempergunakan nama-nama pada nama domain yang mempunyai nilai jual tertentu.
Dari definisi sederhana tersebut, dapat dilihat penggunaan nama
domain sebenarnya hanyalah untuk kepentingan pemakai internet itu
sendiri. Hal ini juga dapat dilihat dalam rumusan Andrew R. Basile4
yang secara lebih lengkap menyatakan :“the internet is a network of computers interconnected for electronic
communication. Every computer connected to the internet is
assigned a numeric address, which the other computers on the
network use to route messages to that computer. A typical numeric
internet Address is 200.98.102.23. These addresses, or domain
names. Examples of domain names include “whitehouse.gov” or
“microsoft.com”. (Terjemahan, internet adalah suatu
jaringan komputer yang saling terkoneksi untuk komunikasi
elektronik. Setiap komputer yang terhubung kedalam jaringan
internet dilekati/diasosiasikan dengan sebuah alamat berupa angka,
dimana hal demikian juga digunakan pada komputer lain untuk
meneruskan pesan pada komputer tersebut. Salah satu bentuk dari
alamat internet ini berupa angka yaitu 200.98.102.23. Alamat
tersebut dapat diakses langsung melalui angka tersebut atau melalui
nama domain. Ketika dijadikan suatu nama domain, maka alamat numerik tersebut akan berubah menjadi “whitehouse.gov” atau “microsoft.com”.)
Batasan yang hampir sama juga disebutkan oleh Budi Rahardjo5
yang menyatakan bahwa nama domain dapat dianggap sebagai identitas di
internet. Definisi ini juga mendapat pembenaran dari World Intellectual
Property Organization (WIPO) yang menyebutkan bahwa : “ domain names
are the human-friendly form of internet address”. 
Contoh penggunaan nama domain adalah amazon.com, yahoo.com.
Hal ini menyebabkan nama domain memiliki nilai bisnis sehingga mulai
terjadilah jual beli dan bahkan saling membajak nama domain. Aktivitas
yang berhubungan dengan jual beli, pembajakan, mendaftarkan nama orang
dan sejenisnya disebut sebagai cybersquatting. Bisnis yang terkait dengan
internet pun sering disebut bisnis “dotcom” karena nama domain yang
digunakan memiliki akhiran com”.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://www.meretas.com/pengertian-dan-cara-setting-ip-address/ https://dosenit.com/jaringan-komputer/fungsi-ip-address

https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/746/05.3%20bab%203.pdf?sequence=9&isAllowed=y

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Copyright © 2018-2026 arumalra00's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.5, from BuyNowShop.com.